Selasa, 08 September 2026

Jendela dan Hujan Sore

 

Bunyi gemercik air hujan yang mengetuk kaca jendela kamar menjadi satu-satunya suara yang mengisi ruangan sempit itu. Dion duduk bersandar di sudut kasur, menatap tumpukan berkas portofolio yang tersusun di atas meja belajar. Sepanjang hari, ia hanya memandangi lembar demi lembar karyanya yang berkali-kali ditolak oleh berbagai perusahaan seni visual. Ada rasa asing yang perlahan menggerogoti dadanya: rasa tidak berguna.

Ibu melangkah masuk tanpa suara, membawa semangkuk sup ayam hangat yang asapnya masih mengepul tipis. Beliau meletakkan mangkuk itu di meja, lalu berdiri di samping Dion, ikut menatap jendela kamar yang buram tertutup titik-titik air.

"Hujannya deras sekali ya, Nak," ujar Ibu pelan.

Dion hanya mengangguk tipis, enggan bersuara. Suasananya terlalu membingungkan untuk dijelaskan dengan kata-kata.

"Kamu ingat tidak, waktu kecil dulu kamu paling benci kalau hujan turun saat sore hari?" Ibu tersenyum memandangi kaca jendela. "Kamu selalu menangis karena tidak bisa main sepeda di luar. Kamu pikir harimu benar-benar hancur."

Dion menoleh sedikit, menatap wajah ibunya yang teduh.

"Tapi setiap kali hujan reda," lanjut Ibu sambil membelai rambut Dion, "kamu selalu nemuin pelangi di ujung gang, atau setidaknya main genangan air sama teman-temanmu. Hujan tidak pernah benar-benar merusak harimu, Dion. Dia cuma menghentikan langkahmu sebentar supaya kamu bisa istirahat."

Ibu mengambil satu lembar kertas lukisan Dion yang tergeletak di atas meja, menatap detail garisnya dengan penuh kebanggaan.

"Garis lukisanmu tidak pernah salah. Mungin dunia cuma sedang hujan di luaran sana, dan kamu cuma perlu nunggu sebentar sampai langitnya terang lagi. Jangan berhenti melukis cuma karena harinya sedang basah."

Ibu kemudian berlalu meninggalkan kamar. Dion kembali menatap jendela. Titik-titik air di kaca itu perlahan luruh, membiarkan seberkas cahaya jingga dari balik awan menembus masuk, menerangi lembar-lembar kertas lukisannya yang siap kembali diberi warna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar